Batik Air akan mulai beroperasi Maret 2013

Lion Air Group, maskapai penerbangan yang selama ini bermain di low cost carrier, akan mencoba peruntungannya di kelas full service. Lion meluncurkan Batik Air tepat di ulang tahunnya yang ke-12.

“Direncanakan, mulai Maret 2013 beroperasi,” kata Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana di acara ulang tahun Lion di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2012.

Untuk membuka unit usaha ini, kata Rusdi, perusahaannya mengeluarkan dana cukup banyak, ratusan miliar dolar Amerika Serikat. “Ini karena pesawatnya akan didesain dengan mewah,” ujarnya.

Desain mewah tersebut, kata Rusdi, dengan menambahkan Wi-Fi dan monitor TV di masing-masing tempat duduk. “Juga bisa menggunakan telepon sendiri di udara,” ujar dia.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menambahkan, Batik Air juga akan memodifikasi tempat duduk. Nantinya hanya akan ada 190 unit kursi penumpang, sehingga akan membuat penumpang lebih leluasa.

Edward mengatakan maskapai ini berencana lebih menggarap pasar regional. “60 persen domestik, 40 persen regional seperti ke Australia,” kata Edward. Selain itu, Batik Air juga akan terbang ke wilayah yang belum dijangkau oleh penerbangan nasional lainnya. “Contohnya India, kan belum ada yang ke sana,” kata dia.

Nantinya, kata Rusdi, Batik Air akan mencoba menggunakan Medan sebagai hub untuk Asia Barat menuju ASEAN. Sementara Manado digunakan sebagai hub untuk Asia Timur menuju Indonesia.

Pulau Samalona, Makassar – Sulawesi Selatan

Pulau Samalona di Makassar, Sulawesi Selatan, menyimpan keindahan bawah laut yang sempurna. Lautannya yang bersih, terumbu karang berwarna-warni, dan ikan laut yang cantik, menjadikan tempat ini sempurna untuk diselami.

Selain menikmati sajian kuliner dan mempelajari sejarah Kota Makassar, Anda juga bisa melakukan diving di ibukota Sulawesi Selatan ini. Pulau Samalona merupakan tempat yang wajib dikunjungi saat Anda traveling ke Makassar. Khususnya bagi para penyelam, tempat ini sungguh sempurna.

Pulau Samalona dapat ditempuh dengan perahu sewaan dari Pantai Loasari selama 30 menit. Pulau ini terletak di sebelah barat Makassar dan hanya memiliki luas 2 hektar saja.

Sajian utama di Pulau Samalona adalah keindahan dunia bawah laut. Saat menyelam, Anda dapat bertemu dengan terumbu karang yang cantik dan ikan laut berwarna-warni, serta kuda laut. Airnya yang jernih pun, menambah kelokan dunia bawah lautnya.

Puas menyelam, saatnya bersantai di pantainya. Pantai di Pulau Samalona memiliki pasir putih dan sangat bersih. Saat senja, sunsetnya sungguh menawan. Dengan pemandangan laut lepas yang luas dan tidak ramai oleh orang-orang atau toko-toko, akan membuat Anda nyaman untuk menikmati sang mentari yang perlahan tenggelam.

Anda juga bisa menyewa kapal untuk mengelilingi Pulau Samalona dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Lautnya sungguh biru dan indah, jadi siapkan kamera terbaik Anda.

Pulau Samalona merupakan surga bagi para penyelam. Keindahan bawah lautnya sungguh sempurna!

Batu Raksasa di desa Doda – Sulawesi Tengah

Situs megalitikum yang misterius di Indonesia, tidak hanya di Gunung Padang, Cianjur. Di Doda, Sulawesi Tengah, wisatawan juga bisa melihat kumpulan batu misterius yang serupa.

Doda adalah sebuah desa yang terletak di lembah daratan Kabupaten Lore Utara, Sulawesi Tengah. Lanskap desa ini begitu indah karena dikelilingi pegunungan hijau, bernama Lore. Sepanjang mata memandang, Anda akan disuguhkan dengan hamparan padang rumput hijau. Tak ketinggalan padang ilalang yang mempercantik pandangan mata.

Tapi di balik itu semua, Doda menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Ada banyak batu besar yang berdiri tegak di atas tanahnya. Hamparan batu ini tersebar di dua situs berbeda, dan sampai sekarang belum diketahui asal muasal yang pasti. Konon, batu tersebut merupakan batu yang berasal dari zaman megalitikum.

Situs pertama yang bisa dikunjungi di Doda adalah Pokekea. Di situs Pokekea, wisatawan bisa melihat batu-batu besar bulat yang tersebar di padang rumput. Jika diperhatikan, ada juga batu relief yang menggambarkan daun.

Sampai sekarang, tidak ada yang tahu fungsi batu tersebut secara pasti. Masyarakat setempat percaya kalau batu tersebut merupakan batu tempat mandi raja. Tetapi ada juga yang mengatakan batu tersebut merupakan tempat minum raja.

Patung batu di Pokekea juga ada yang mirip dengan manusia. Patung manusia ini memiliki ukiran wajah yang khas. Uniknya, ternyata ukiran wajah ini tidak hanya ada di Pokekea saja, tetapi juga di berbagai situs Megalitikum yang tersebar di Lembah Doda.

Patung mirip manusia ini disebut masyarakat dengan nama patung suami istri. Disebut demikian karena patung ini berpasangan dan mirip pasangan suami istri.

Dari Pokekea, perjalanan menyusuri batu megalitikum Doda bisa dilanjutkan ke situs Tadulako. Dalam bahasa Lore, Tadulako berarti raja.

Sama seperti situs Pokekea, batu megalitik yang ada di Tadulako tersebar merata di atas tanah. Tapi ada satu yang membedakan dan cukup menarik perhatian, yaitu batu manusia setinggi 2 meter. Wow!

Untuk mencapai tempat ini, wisatawan bisa memulai perjalanan dari Kota Palu. Waktu tempuh menuju Doda cukup panjang, yaitu sekitar 3 jam dengan jarak sekitar 157 km jadi siapkan fisik Anda, capailah Doda, dan pecahkan misterinya.

Sangeh, Ubud – Bali

Taman Wisata Alam Sangeh, mungkin memang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, padahal Sangeh terletak di sebuah pulau terkenal di Indonesia yaitu Bali. Taman Wisata Alam Sangeh terletak di Desa Sangeh, Badung, Bali, sekitar 20km dari Denpasar yang masih merupakan kawasan wisata Ubud.

Taman Wisata Alam Sangeh memiliki pesona wisata hutan yang banyak dihuni oleh ratusan kera. Kera-kera Sangeh dahulu memang dikenal sangat liar dan seringkali mengganggu para pengunjung. Kera Sangeh juga dikenal sangat jahil, karena seringkali mengambil barang-brang pengunung yang akan dikembalikan bila kera-kera tersebut diberi sepotong makanan. Namun sekarang kera Sangeh tidak lagi seliar dan sejahil dahulu, karena sekarang kera-kera tersebut telah diurus dengan baik. Daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari. Hutan pohon pala merupakan areal suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh. Di tengah hutan lebat yang hijau terdapat kurang lebih 500 ekor kera jinak yang sering mempesona para wisatawan.

Kera Sangeh juga memiliki beberapa kelompok yang masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin. Namun kelompok-kelompok tersebut memilki pimpinan teringgi atau bisa dibilang raja dari seluruh raja kera yang ada di Sangeh. Pemimpin tertinggi ini berdiam ditempat yang paling luas di. Ditempat raja kera ini tinggal terdapat sebuah Pura Yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bulit Sari.

Entah bagaimana caranya, pemimpin kera dipilih karena memiliki kekuatan dan kharisma yang sangat luar biasa. Bahkan mereka memiliki hak-hak yang lebih dibanding kera lainnya, seperti saat mengawini kera betina atau saat mendapat jatah makanan. Bisanya raja kera akan mendapat jatah pertama sampai ia puas, sebelum memberikan jatah tersebut pada kera-kera lain.

Sebagian besar kawasan hutan wisata ini, menjadi tempat bermukim kera, hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan para pengusaha untuk membuat beberapa kios tempat menjual beraneka ragam cinderamata.

Hutan wisata ini memang banyak ditumbuhi tanaman pala (dipterocarpustrinervis). Menurut informasi hutan pala ini telah berumur ratusan tahun, bahkan diantara pohon pala tersebut konon ada yang telah berumur lebih dari tigaratus tahun.

Menurut pengelola Taman Wisata ini, Hutan Wisata Sangeng dibuat sebagai taman dari kerajaan Mengwi. Agar terlihat cantik taman ini ditanami pohon pala yang khusus didatangkan dari Gunung Agung. Sebenarnya rencana pembuatan taman ini sangat dirahasikan namun akhirnya pembuatan taman ini diketahui oleh beberapa orang, akibatnya pembuatan taman itu dihentikan, hingga akhirnya kawasan itu diberi nama Sangeh, yang artinya ada orang yang melihat.

Jika kita sempat mengunjungi taman wisata ini, kita pasti akan tertarik dengan keindahan pohon pala yang tumbuh dihutan ini, karena selain tumbuhnya lurus, pohon pala juga memiliki kayu yang sangat bagus. Namun anehnya, menurut beberapa sumber pohon pala Sangeh konon tidak bisa ditanam ditempat lain. Hingga orang-orang yang ingin memiliki kayu pohon Pala tidak pernah kesampaian.

Ada hal menarik diceritakan oleh para pengunjung dan pengelola Taman Wisata Sangeh tentang sebuah pohon yang telah tua dan akan roboh. Dari perkiraan banyak orang, pohon tersebut akan roboh kearah Pura Bukit Sari, namun kenyataanya semua ternyata melenceng. Awalnya pohon tersebut akan ditebang namun tidak ada yang berani karena takut mendapat kutukan.

“Sekitar awal Januari, akhirnya pohon itu roboh sendiri, mengarah ke barat daya. Persis antara bangunan Bale Kulkul dan Pewaregan, sehingga hanya sedikit sekali menimbulkan kerusakan, hanya pada tembok luar Pewaregan saja. Ini mengherankan karena seharusnya pohon itu tumbang persis di bangunan utama pura,” kata Sumohon.

Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Pohon Lanang Wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon itu tumbuh persis di pelataran depan tempat wisata Sangeh dan sebenarnya merupakan pohon pule.

Di Bali, pohon pule memiliki banyak keistimewaan karena kayunya sering digunakan untuk keperluan khusus, misalnya, membuat topeng yang dipakai sebagai sungsungan. Masyarakat kadang-kadang ada yang meminta kayu pule itu, kata Subawa. Tetapi, tentu saja tidak boleh begitu saja orang mengambil kayu atau dahannya karena harus disesuaikan dulu hari baiknya serta memberi persembahan sebagai tanda minta ijin.

Pantai Koka, Maumere – Flores

Pantai Koka merupakan salah satu objek wisata yang terletak di desa (Mbengu) Wolowiro kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Maumere Flores NTT. Taman Wisata Alam dengan Panorama yang indah serta pasir pantainya yang putih membuat kawasan ini dipadati pengunjung setiap akhir pekan.

Untuk menuju area yang dijuluki pantai impian kota Maumere ini memang tidak mudah, karena jalan masuknya kurang terlihat dan papan penunjuk arahnya pun tidak terlalu jelas. Namun untuk ke sana, Anda bisa meminta bantuan penduduk setempat.
Anda harus menyusuri jalan yang berkelok-kelok menuju arah Ende. Perjalanan biasanya memakan waktu selama satu jam hingga akhirnya tiba di Kecamatan Paga, yang merupakan lokasi pantai ini.

Sebelum memasuki Kecamatan Paga, Anda bisa menikmati ikan asap yang dijual di sepanjang jalannya dengan harga terjangkau.

Setelah memasuki Kecamatan Paga, dengan mengikuti penunjuk jalan, Anda bisa sampai ke pantai ini dalam beberapa menit dan melihat pemandangan yang sangat indah dan menawan.

Dari jalan utama, Anda harus menelusuri jalan kecil selama lebih kurang 15 menit. Karena jalan yang cukup kecil dan kondisinya kurang bagus, sebaiknya Anda berjalan kaki atau naik sepeda motor untuk sampai ke sana.

Saat mencari lokasi pantai, Anda harus memperhatikan penunjuk jalan dengan seksama. Karena ukurannya sangat kecil dan tertutup semak-semak.
Namun usaha Anda menyusuri jalan kecil dan berkelok-kelok akan terbayar dengan pemandangan hamparan pasir pantai putih bersih dan birunya laut yang menyejukkan. Daya tarik dari pantai ini adalah airnya yang berwarna biru jernih karena belum terjamah tangan-tangan jahil.

Satu lagi yang menjadi ciri khas pantai ini adalah ombaknya yang besar. Terpaan ombak sangat kuat, dan tinggi ombak terkadang bisa mencapai 1,5 meter. Bagi Anda yang hobi surfing, sepertinya bisa menjadi lokasi yang tepat. Namun patut diwaspadai kekuatan ombaknya, karena deburannya bisa cukup keras.

Menikmati keindahan alam Pantai Koka seperti tiada habisnya, sayangnya potensi wisata yang satu ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya promosi wisata dan fasilitas mungkin menjadi salah satu penyebabnya.
Padahal, jika diolah lebih baik lagi, Pantai Koka bisa menjadi destinasi wisata yang tak kalah menarik dari lokasi wisata yang sudah dikenal lebih dulu.

Objek Wisata Maumere, Flores

Berikut ini adalah daftar objek wisata di Maumere, Flores.

  1. Pantai Koka
  2. Pantai Waturia
  3. Pantai Sikka
  4. Pantai Waiara
  5. Pantai Doreng
  6. Pantai Patiahu, Wairterang
  7. Pantai Wodong
  8. Pantai Sao Wisata
  9. Gua alam Keytimu dan Wairbao di Bola
  10. Air Panas di Palue, Gunung Egon di Talibura
  11. Batu Meteor di Desa Kloangpopot
  12. Pemandangan alam puncak Blira Sina Watublapi
  13. Taman Laut Teluk Maumere
  14. Taman Satwa di Pulau Damlia
  15. Gereja Tua Sikka
  16. Patung Bunda Maria (Mageria, Wisung Fatima Lela, Watusoking / Watubala dan Hokor)
  17. Patung Kristus Raja di Kota Uneng
  18. Museum Blikon Blewut (Ledalero)
  19. Perahu Tembaga / Jong Dobo (Desa Iantena) Kecamatan Kewapante
  20. Kuburan Batu / Kampung Tua Desa Lenan Dearate Kec. Paga
  21. Ritual Watu Mahe
  22. Gading Gajah Purba (Watublapi)
  23. Kampung Tradisonal (Nuabari, Hewokloang, Wuring / Bugis)
  24. Sanggar Budaya: (Gait Gu di Tebuk, Cogo, Canda di Nangahale, Tarian Bobu di Sikka, Bliran Sina di Watublapi, Wuat Puan di Watublapi, Puger Mudeng di Ohe, Pesalintuna di Bola, Penin di Dokar, Tarian Bebing di Hokor)
  25. Taman berburu di Pulau Besar
  26. Pusat Kerajinan Rumah Tangga dan Pasar Tradisional
  27. Keanekaragaman budaya Suku Palue di Kecamatan Palue

Mudah-mudahan daftar ini bisa jadi acuan bagi anda yang memiliki rencana untuk berkunjung ke Maumere

Pengunjung Borobudur Dilarang Pakai Celana Pendek dan Rok Mini

Informasi penting bagi Anda yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sudah mulai diberlakukan dari Februar 2010, pengunjung candi Budha terbesar di Indonesia itu dilarang mengenakan celana pendek atau rok mini. Kebijakan ini untuk menghormati Borobudur sebagai tempat yang sakral bagi umat Budha. Kewajiban ini berlaku bagi pria dan wanita. Diharapkan dengan adanya peraturan ini, para wisatawan bisa memahami kebijakan yang dikeluarkan.

Namun demikian, wisatawan yang sudah terlanjur datang mengenakan celana pendek atau rok mini tak perlu khawatir karena pengelola Candi Borobudur telah menyediakan selendang batik dan sandal karet. Selain untuk menghormati kesucian Candi Borobudur, kebijakan ini juga untuk mempopulerkan batik sebagai budaya asli Indonesia.

Di sekitar Candi Borobudur sendiri ada beberapa kelompok pengrajin batik yang merupakan binaan dari pengelola Taman Wisata Candi Borobudur.

Awalnya kebijakan baru ini disambut dengan beragam sikap oleh pengunjung Borobudur. Ada yang senang, bingung, dan kaget, namun demi menghormati warisan budaya, kebijakan ini bagus dan untuk menjaga etika para pengunjung.

Pulau Derawan

Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, kecamatan Derawan, kabupaten Berau, Kalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° – 11° dengan lebar 13,5 – 20 meter.

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (blue-ring octopus), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan skorpion (scorpionfishes).

Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai ”Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

Sebuah pulau dengan permukaan air laut berwarna gradasi biru dan hijau yang memukau, hamparan pasir putih nan lembut, barisan pohon kelapa di pesisir pantai, dengan hutan kecil di tengah-tengah pulau yang merupakan habitat dari bermacam jenis tumbuhan dan hewan serta keindahan alam bawah laut yang mempesona. Tidak heran apabila pulau ini bisa menempati urutan ketiga teratas sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf dunia dan menjadikan pulau ini sebagai pulau impian bagi para penyelam.

Di sekitar pulau Derawan, sebanyak 28 titik menyelam telah teridentifikasi. Untuk menjelajahi semua titik ini setidaknya dibutuhkan sekitar 10 hari dengan satu kali menyelam di masing-masing titik. Untuk pindah dari satu titik ke titik lainnya, pengunjung bisa menggunakan kapal. Sementara itu, pengunjung juga bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki.

Seorang ilmuwan dari Museum Tropis Queensland – Australia Dr. Carden Wallace pernah meneliti kekayaan laut pulau Derawan dan menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Tak salah kiranya jika pulau Derawan terkenal sebagai urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional.

Potensi Kepulauan Derawan

Terumbu Karang
Terumbu karang di Kepulauan Derawan tersebar luas pada seluruh pulau dan gosong yang ada di Kepulauan Derawan. Gosong-gosong yang ada di kepulauan ini diantaranya Gosong Pulau Panjang, Gosong Masimbung, Gosong Buliulin, Gosong Pinaka, Gosong Tababinga dan Gosong Muaras.

Tipe terumbu karang di Kepulauan Derawan terdiri dari karang tepi, karang penghalang dan atol. Atol inilah yang telah terbentuk menjadi pulau dan terbentuk menjadi danau air asin. “Survei Manta Tow 2003″ menunjukkan tutupan rata-rata terumbu karang di Pulau Panjang adalah 24,25% untuk karang keras dan 34,88 untuk karang hidup. Terumbu karang di Pulau Derawan memiliki tutupan rata-rata karang karang keras 17,41% dan tutupan karang hidup 27,78%. Dengan jumlah spesies 460 sampai 470 menunjukkan bahwa ini menjadi kekayaan biodiversitas nomor dua setelah Kepulauan Raja Ampat.

Areal terumbu karang yang utama:

  • Pulau Panjang bagian barat (inlet dan channel)
  • Karang Muaras dengan diversitas tinggi, karang sehat, dan nilai estetika
  • Karang Malalungun, diversity tinggi dengan struktur yang kompleks dengan berbagai habitat
  • Karang Besar yang kaya habitat

Ikan Karang
Survei ikan karang tahun 2003 menunjukkan bahwa kepulauan ini menghasilkan 832 spesies. Selain itu, diperkirakan sedikitnya 1.051 spesies terdapat di perairan Berau dengan jenis dominan Gobes (Gobiidae), Wrasses (Labridae), dan Damselfishes (Pomacentridae).

Penyu Hijau
Terkadang saat duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut, kita dapat menyaksikan penyu-penyu hijau itu hilir mudik di permukaan air yang bening. Saat menyelam kita pun di temani para penyu yang berenang di sekeliling kita. Sesekali bahkan penyu-penyu tersebut nampak berkeliaran di sekitar cottage yang berada di pesisir pulau. Saat malam tiba, beberapa penyu naik ke darat dan bertelur di sana.

Pulau-pulau di sekitar Derawan
Pengunjung dapat meninjau juga pulau lainnya yang berada di sekitar Derawan. Misalnya: pulau Sangalaki, Maratua, dan  Kakaban yang mempunyai keunikan tersendiri. Ikan Pari Biru (Manta Rays) yang memiliki lebar mencapai 3,5 meter berpopulasi di pulau Sangalaki. Malah bisa pula ditemui—jika cukup beruntung—ikan pari hitam dengan lebar “bentang sayap” 6 meter. Pulau Kakaban mempunyai keunikan yaitu berupa danau prasejarah yang ada di tengah laut, satu-satunya di Asia.

Spesies khas dan dilindungi yang bisa dijumpai diantaranya ketam kelapa (Birgus latro), paus, lumba-lumba (Delphinus), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Erethmochelys fimbriata), dan dugong (Dugong dugon). Ketam kelapa dapat ditemukan di pulau Kakaban dan Maratua. Paus dapat ditemukan di sekitar pulau Maratua pada musim tertentu sedangkan lumba-lumba di sekitar pulau Semama, Sangalaki, Kakaban, Maratua, dan Gosong Muaras. Penyu dapat ditemukan di sekitar pulau Panjang, Derawan, Semama, Sangalaki dan Maratua serta Dugong di pulau Panjang dan Semama. Spesies unik lain adalah Pari Manta (Manta birostris) yang terdapat di pulau Sangalaki dan Pigmy Seahorse di pulau Semama dan Derawan.

Penginapan
Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas seperti cottage, peralatan menyelam, speedboat dan restoran. Pulau Derawan juga menyediakan penginapan yang tidak terlalu mahal yang dikelola oleh penduduk setempat. Rumah-rumah ini sederhana ini menjorok hampir 100 meter ke tengah laut membuat penghuninya leluasa melihat aneka ikan warna warni dan penyu yang lalu lalang bebas tanpa seorangpun mengganggu. Menu makanan sangat sederhana dengan dominan menu utama ikan laut dan makanan kaleng tentunya tidak mengurangi kenikmatan suasana siang dan malam di pulau ini.

Akses
Untuk bisa sampai di pulau Derawan, wisatawan bisa langsung terbang selama kurang lebih 3 jam menuju Balikpapan dengan menggunakan pesawat dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar. Dari Balikpapan, masih harus terbang menuju Tanjung Redeb selam satu jam dengan menaiki pesawat KALStar, Trigana atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda atau Tarakan ke Tanjung Redeb dilanjutkan dengan menyewa motorboat.

Bagi yang belum datang dan menikmati pulau Derawan, tentunya menjadikan pulau ini menjadi tujuan kunjungan wisata utama keluarga yang harus dikunjungi. Tips untuk dapat berlibur di pulau Derawan dengan harga yang lebih murah lakukan hal sebagai berikut :

  • Pilih Rute Jakarta-Balikpapan-Berau/TanjungBatu-Pulau Derawan.
  • Pilih Penerbangan yang sedang Promo untu ticket murah sehingga dipesan jauh-jauh hari.
  • Speedboat dipilih yang memiliki peralatan keselematan yang lengkap.
  • Pliih penginapan rumah-rumah penduduk dan dekat dengan dengan fasilitas cottage.
  • Siapkan peralatan Snorkeling sendiri sehingga setiap waktu dapat berenang sehingga sepuasnya menikmati pemandangan terumbu karang dan ikan warna warni.
  • Melakukan perjalanan Sekeluarga dan Kelompok sehingga lebih ringan dalam pembiayan speedboad (dihitung per Speedboad dg isi 5-40 Org).
  • Siapkan Kamera dan Handycam yang bisa tahan air.
  • Siapakan budget tambahan untuk scuba diving bila biasa menyelam lebih dalam lagi 20-40 meter dari permukaan laut.

Gua Batu Hapu

Siapa sih yang tidak kenal dengan pulau Kalimantan? Pulau yang masih menyimpan banyak pohon di hutannya yang masih cukup terawat ini ternyata menyimpan banyak tempat wisata. Salah satunya adalah Gua Batu Hapu.

Gua Batu Hapu adalah objek wisata yang terletak di dekat pasar Binuang tepatnya di desa Batu Hapu, kecamatan Hatungun, Tapin yang bisa ditempuh 43 Km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin. Goa Batu Hapu dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan jalan yang sudah cukup baik, ditempuh dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, gua ini terletak dipegunungan sehingga yang mempunyai hobi tantangan panjat tebing disinilah nyalinya diuji, tetapi resiko ditanggung sendiri karena belum diasuransikan, masyarakat di sekitar goa siap bermitra dengan wisatawan yang berkeinginan bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Gua Batu Hapu merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa yang mempunyai stalagnit dan stalagmit menghiasi dalam goa yang dapat menggugah kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dalam ciptaan-Nya sebagai pelajaran pengetahuan alam, goa ini telah mendapatkan sentuhan perbaikan dan penataan, Pemerintah Daerah sehubungan kerusakan yang diakibatkan keserakahan oknum manusia yang hanya mengejar keuntungan ekonomi sesaat tanpa mensyukuri nikmat lainnya yang disediakan oleh alam.

Menurut legenda yang sampai sekarang menjadi mitos masyarakat setempat tentang asal usul terjadinya Gua Batu Hapu ini adalah Raden Penganten yang dikutuk oleh ibunya, Diang Ingsun menjadi batu dan diantara pecahan kapalnya menjadi gunung dan gua yang ada sekarang ini.

Pulau Kanawa – Komodo

Kanawa, pulau kecil yang begitu menawan di Nusa Tenggara Timur terletak di gugusan pulau di Taman Nasional Komodo. Berhias alam yang tenang, serta pantai, dan bawah lautnya yang indah memancarkan kecantikannya. Pulau ini terlihat bak mutiara yang berada di tengah birunya laut.

Pulau Kanawa merupakan pulau kecil yang terletak sekitar 10 km dari Labuan Bajo yang menjadi pintu gerbang Pulau Komodo. Bila ingin berkunjung ke Pulau Komodo, kita pasti melewati pulau ini. Pulau Kanawa sangat cocok untuk tempat bersantai, berjemur ataupun bersnorkeling dan diving.

Alam bawah lautnya sangatlah menawan. Kita tak perlu jauh-jauh mencari tempat snorkeling untuk dapat melihat terumbu karang, sekelompok ikan karang, penyu, bintang laut, dan berbagai jenis habitat laut lainnya. Hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai kita sudah dapat menemukan semua keindahan itu. Di sisi kanan pulau ini juga masih terdapat sisa ganggang merah yang membuat di Pulau Kanawa ini sekilas terlihat berwarna pink. Jadi, tak hanya di Bahama, Indonesia juga memiliki pantai pink.

Di Pulau Kanawa sudah terdapat penginapan yang bila ingin kesana, pengelola resort menawarkan shuttle boat gratis untuk para wisatawan dari Labuan Bajo. Untuk mengantar para tamu dari Labuan Bajo kapal disediakan pada pukul 12.00 WIT dan untuk mengantarkan kembali ke Labuan Bajo kapal siap dari Pulau Kanawa pada pukul 08:00 WIT. Namun, jika kita menginginkan waktu yang lebih fleksibel kita dapat menyewa kapal seharga Rp 250.000. Untuk menjangkau pulau ini kita hanya memerlukan 1 jam saja perjalanan.

Di Pulau Kanawa terdapat 13 cottages yang berdesain minimalis tapi sangat romantis. Harga untuk standard room berkisar Rp300.000,00. Di setiap kamarnya terdapat kelambu dan hammock. serta untuk kamar mandinya memiliki konsep semi open bathroom.

Persediaan listrik dan air bersih di Pulau Kanawa masih sangat terbatas. Dimana pengisian air bersih hanya terdapat satu kali, yaitu sekitar pukul 16.00 WIT. Dan, untuk urusan listrik hanya bisa hidup dari pukul 18.00 WIT sampai 23.00 WIT. Namun, dengan adanya ‘keterbatasan’ ini di tengah malam kita dapat menyaksikan keindahan stargazing (rasi bintang) karena pulau tersebut benar-benar gelap gulita.

Tak hanya penginapan, di Pulau Kanawa juga terdapat restoran Starfish dan PADI diving center. Sekadar rekomendasi, makanan di restoran Starfish ini dikelola langsung oleh pihak resort. Menu seafood dan pizza-nya patut diacungi jempol, lho. Maklum, pengelola dari resort ini merupakan orang Italia. Dan, jika ingin mengeksplor kekayaan bawah laut Kanawa, terdapat tempat penyewaan alat-alat snorkel dan juga scuba diving.

Pulau Kanawa memang sangat cocok untuk sejenak pergi dari penatnya rutinitas hidup. Tinggal di Pulau Kanawa serasa tinggal di pulau pribadi. Ketenangannya, air lautnya yang biru dan jernih, keindahan bawah lautnya, serta keramahan yang ditawarkan Pulau Kanawa membuatku selalu ingin kembali ke sana.



%d bloggers like this: